Pendampingan dilakukan secara langsung di lahan pertanian milik kelompok tani yang berada di daerah pegunungan. Dalam kegiatan tersebut, Pendamping Desa bersama kelompok tani berdiskusi mengenai teknik penanaman, pengelolaan lahan, serta pemanfaatan sarana pendukung pertanian yang sesuai dengan kondisi geografis wilayah pegunungan.
Kelompok tani Suku Dayak Basap masih mempertahankan sistem pertanian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Proses penanaman padi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh anggota kelompok dan masyarakat sekitar. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat.
Pendamping Desa menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Suku Dayak Basap. Selain itu, pendampingan juga difokuskan pada pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan oleh kelompok tani.
Dalam proses penanaman padi tersebut, kelompok tani menghadapi beberapa tantangan seperti kondisi medan yang cukup sulit, keterbatasan akses transportasi, serta faktor cuaca yang tidak menentu. Namun, semangat gotong royong dan kerja sama yang kuat menjadi kunci keberhasilan masyarakat dalam mengelola lahan pertanian di daerah pegunungan.
Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan kelompok tani Suku Dayak Basap dapat meningkatkan hasil produksi padi, memperkuat ketahanan pangan lokal, serta menjaga keberlanjutan pertanian tradisional di wilayah pegunungan. Pendamping Desa juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan pendampingan agar kegiatan pertanian masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar